Tugas 7(Ilmu Sosial Dasar) Andika Putra Wijaya 10119744
Assalamualaikum.wr.wb
Pertentangan sosial di dalam
masyarakat merupakan salah satu konflik yang biasanya timbul dari berbagai
faktor-faktor sosial yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Pertentangan
sosial ataupun konflik adalah salah satu konsekuensi dari adanya
perbedaan-perbedaan dan tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku
di dalam masyarakat misalnya peluang hidup, gengsi, hak istimewa, dan gaya hidup.
Berikut ini merupakan salah satu faktor menyebabkan pertentangan social yang akan saya
bahas yaitu:
Ethnosentrisme
Etnosentrisme yaitu suatu
kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri
sebagai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan dipergunakan sebagai tolak ukur
untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain. Etnosentrisme merupakan
kecenderungan tak sadar untuk menginterpretasikan atau menilai kelompok lain
dengan tolak ukur kebudayaannya sendiri.
Etnosentrisme terjadi jika
masing-masing budaya bersikukuh dengan identitasnya, menolak bercampur dengan
kebudayaan lain. Makin besar kesamaan kita dengan mereka, makin dekat mereka
dengan kita,makin besar ketidaksamaan, makin jauh mereka dari kita. Kita cenderung
melihat kelompok kita, negeri kita, budaya kita sendiri, sebagai yang paling
baik, sebagai yang paling bermoral.
Contoh Etnosentrisme
salah satu contoh
etnosentrisme di Indonesia adalah perilaku carok dalam masyarakat Madura.
Menurut Latief Wiyata, carok adalah tindakan atau upaya pembunuhan yang
dilakukan oleh seorang laki-laki apabila harga dirinya merasa terusik. Secara
sepintas, konsep carok dianggap sebagai perilaku yang brutal dan tidak masuk
manusiawi. Hal itu terjadi apabila konsep carok dinilai dengan pandangan
kebudayaan kelompok masyarakat lain yang beranggapan bahwa menyelesaikan masalah
dengan menggunakan kekerasan dianggap tidak masuk akal dan tidak masuk logika.
Etnosentrisme membuat kebudayaan
kita sebagai patokan untuk mengukur baik-buruknya kebudayaan lain dalam
proporsi kemiripannya dengan budaya kita. Sebagian besar, meskipun tidak
semuanya, kelompok dalam suatu masyarakat bersifat etnosentrisme. Semua
kelompok merangsang pertumbuhan etnosentrisme, tetapi tidak semua anggota
kelompok sama etnosentris. Sebagian dari kita adalah sangat etnosentris untuk
mengimbangi kekurangan-kekurangan kita sendiri. Kadang-kadang dipercaya bahwa
ilmu sosial telah membentuk kaitan erat antara pola kepribadian dan
etnosentrisme.Sekian penjelasan dari saya,mengenai Etnosentrisme mohon maaf jika ada salah dalam penggunaan
kata.
Wassalamualaikum.wr.wb
Referensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar