Sabtu, 19 Oktober 2019

Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat Masyarakat Di Bidang Pendidikan


Tugas 6(Ilmu Sosial Dasar) Andika Putra Wijaya 10119744


Assalamualaikum.wr.wb 

Apalah arti sebuah derajat?
Apa yang ada dipikiran anda bila mendengar kata derajat? Didalam benak saya derajat adalah sebuah posisi dimana kedudukan kita berada, yang mampu membuat kita menjadi terpadang bila derajat kita semakin tinggidan dipandang rendah bila derajat kita rendah. Hal ini yang bisa menempatkan strata dalam suatu lapisan masyarakat dalam segi pendidikan, ekonomi, golongan, dan sebagainya yang menempatkan posisinya manusia itu berada didalam derajatnya. 

Sebagaian besar manusia yang hidup di dunia pasti mencari derajat yang lebih tinggi agar tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain, karena keinginannya untuk mendapatkan derajat yang tinggi maka ia akan berusaha semaksimal mungkin agar derajatnya tinggi dan terpandang. Sebagai contoh kecil di Indonesia derajat dalam masalah pendidikan, ada yang namanya RSBI ( Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ) hal ini menjadi suatu yang derajat seseorang yang masuk sekolah tersebut akan dipandang lebih dibanding seseorang yang sekolah di sekolah yang biasa-biasa saja. 

Dalam hal pendidikan derajat sangat jelas menjadi perbedaan atau tingkatan yang sangat mengpengaruhi kedudukan seseorang, bila seseorang hanya lulusan SD tentu saja ia derajatnya tidak dibanding dengan seseorang yang pendidikannya lulusan doktor atau sarjana. Dalam dunia kerja juga akan perbandingan bila semakin tinggi pendidikannya maka posisi yang diterimanya semakin tinggi. Ini lah yang menjadi perbedaan derajat didalam pendidikan, terlihat bahwa pelapisan sosial yang sangat berbeda dan pandangan yang berbeda dari setiap orang. 

Didalam masyarakat juga pasti ada sesuatu yang dihargai, salah satunya misalkan dalam suatu keluarga ada seorang ayah ibu dan anak, pasti ayah dan ibu dihormati oleh anaknya karena derajat ayah dan ibu lebih tinggi dari anaknya, sementara ibu menghormati ayah karena ayah pemimpin dalam keluarga dan derajatnya lebih tinggi. Ini lah kecil dari timbulnya derajat dalam keluarga yang memang tidak ditentukan secara sengaja, namun terbentuk dengan sendirinya karena memang kududukannya yang memang harus dihormati. 

Ada pula dalam setiap masyarakat yang hidup dalam suatu wilayah bersamaan dalam jangka waktu cukup lama akan merasakan yang namanya kesaman derajat dimana setiap orang memandang satu sama lain dengan derajat yang sama. Terbukti dengan adanya universal Declaration of Human Right, yang lahir tahun 1948 menganggap bahwa manusia mempunyai hak yang dibawanya sejak lahir yang melekat pada dirinya. Beberapa hak itu dimiliki tanpa perbedaan atas dasar bangsa, ras, agama atau kelamin, karena itu bersifat asasi serta universal.
 
Hal ini membuktikan bahwa hak dan kewajiban yang menjadi tolak ukur persamaan derajat dalam suatu lapisan masyarakat yang tidak memandang tinggi rendahnya pendidikan seseorang atau kaya miskinnya harta seseorang, namum semua sama dalam hak dan kewajiban yang membuat tidak memandang dengan sebelah mata karena materi. Oleh karna itu setiap hak dan kewajiban seharusnya dilaksanakan sebaik mungkin agar terjalin hubungan yang lebih harmonis dan tidak memandang derajat karena materi seseorang saja.
 
Pitirim A sorokin mengatakan bahwa pelapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarchies). Dimana kelas kelas dalam masyarakat itu dilihat dari segi pendidikan dan materi karena derajat yang rendah. Bila dipandang dari segi hak dan kewajiban, pelapisan sosial dikarenakan hak dan kewajiban yang tidak merata didalam masyarakat tersebut dan pembagian tugas yang tidak merata sehingga terjadi pelapisan sosial yang membuat derajat orang bisa dipandang tinggi dan rendah.
 
Banyak hal yang bisa dijadikan patokan untuk menilai tinggi atau rendahnya derajat manusia didalam pelapisan sosial namum hal ini hanyalah sebuah kedudukan yang menempatkan seseorang untuk menjalankan tugas yang diembangnya dengan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Bukan karena derajat yang rendah jadi alasan tidak dapat melakukan suatu hal dengan baik, bila ada usaha dan keinginan derajat pun bisa kita lewati dengan kemauan yang kuat.
 
Pandangan saya secara pribadi derajat hanyalah kedudukan yang menentukan posisi kita sebagai manusia yang harus kita tingkatkan bukan hanya dalam segi pendidikan namun moral dan kemampuan yang tinggi, karena banyak dijaman sekarang sarjana pun kalah dengan siswa SMK/SMA yang mau berusaha dan berkemauan tinggi untuk mengubah derajatnya menjadi lebih tinggi dan dipandang lebih baik.Sekian penjelasan dari saya,mohon maaf jika ada salah dalam penggunaan kata.

Wassalamualaikum.wr.wb

Referensi
-https://www.academia.edu/7714892/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat
-http://adifirmansy4h.blogspot.com/2014/12/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html

Jumat, 18 Oktober 2019

Perbandingan Kehidupan Desa dan Kota


Tugas 5(Ilmu Sosial Dasar) Andika Putra Wijaya 10119744


Assalamualaikum.wr.wb 

Bagaimana Realitas Hidup Desa vs Kota?
Masyarakat Desa
Masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.


Masyarakat Perkotaan
           Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.
            Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. Lahan pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.

Pendapat saya lebih suka tinggal di desa atau kota

Saya pribadi lebih suka tinggal di desa daripada di kota,karena di Desa lingkungannya lebih alami dan lebih sehat,jauh dari kata polusi,biaya hidup lebih rendah,solidaritas tinggi,warga di desa sopan santun dan ramah tamah,adat dan budayanya masih dilaksanakan,tingkat kriminalitasnya lebih rendah dan lebih aman,syiar dan budaya agama lebih kental.

Kenapa saya tidak memilih lebih suka ke kota?.karena banyak orang melakukan tindak kriminal,banyak pembuangan sampah rumah tangga dan industri yang membuat lingkungan menjadi tidak nyaman,banyaknya kendaraan sehingga terjadinya macet,orang-orang di kota biasanya bersifat egoisme dan matealisme.Ya itu saja pendapat saya tentang lebih suka tinggal di desa atau di kota,mohon maaf jika ada salah kata.

Wassalamualaikum.wr.wb

Daftar Pustaka/Referensi